
KERINCI – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si bersama Walikota Sungai Penuh Alfin, SH, membuka secara resmi kegiatan Latihan Kader II (Intermediate Training) tingkat nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci–Sungai Penuh yang berlangsung pada 9–14 Oktober 2026 di Aula Perpustakaan IAIN Kerinci.
Kegiatan yang mengusung tema “Reaktualisasi Khittah Perjuangan HMI di Tengah Transformasi Sosial” tersebut turut dihadiri Gubernur Jambi yang diwakili Kepala DP3AP Provinsi Jambi, Drs. Atma Jaya, M.Si, Ketua Umum Badko HMI Jambi, Ozi Saifirman, Ketua MD KAHMI Kerinci–Sungai Penuh, Soni Indra, S.Pd.I., M.Pd., serta sejumlah undangan lainnya.
Ketua Umum HMI Cabang Kerinci–Sungai Penuh, Edilan Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap Latihan Kader II tingkat nasional ini dapat melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual, integritas, dan jiwa kepemimpinan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, instruktur, senior, alumni, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Latihan Kader II merupakan investasi penting bagi masa depan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, terutama dalam membentuk generasi muda yang berpendidikan, berprinsip, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peka terhadap berbagai persoalan sosial.
Monadi menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan, melainkan kemampuan untuk mendengarkan, membangun kebersamaan, menawarkan solusi, dan senantiasa melakukan introspeksi diri.
“Pemimpin harus hadir untuk melayani, bukan hanya bertanya apa yang bisa didapatkan. Kepemimpinan sejati adalah tentang memberikan manfaat dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Monadi juga mengingatkan agar kader HMI turut menjaga keharmonisan hubungan antara Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh, serta mendukung perencanaan pembangunan regional yang sinergis dan berkelanjutan demi mendorong kemajuan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Menurut Monadi, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus mengambil peran aktif melalui gagasan, inovasi, kepedulian terhadap lingkungan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi pembangunan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Monadi berpesan agar para kader HMI tidak melupakan daerah asal ketika kelak meraih kesuksesan. Ia berharap ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh selama proses kaderisasi dapat menjadi bekal untuk turut membangun Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Monadi juga menekankan pentingnya peran HMI sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, mahasiswa dan organisasi kepemudaan dapat memberikan kritik secara etis, berbasis data, serta disertai gagasan dan solusi yang konstruktif.
Ia berharap Latihan Kader II tingkat nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kader HMI yang berintegritas, berwawasan luas, dan memiliki komitmen terhadap perjuangan serta kemajuan bangsa.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian bagi masyarakat, serta mampu mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan regional yang harmonis dan berkelanjutan.
Yakin Usaha Sampai. (IKP).

+ There are no comments
Add yours