
KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah, khususnya kulit manis (kayu manis), di tengah melemahnya harga di tingkat petani. Salah satu upaya yang dilakukan Bupati Kerinci, Monadi adalah memperkuat kolaborasi dengan buyer internasional sekaligus mendorong peningkatan kualitas produksi perkebunan masyarakat.
Langkah tersebut mengemuka saat Bupati Kerinci Monadi menerima kunjungan buyer kulit manis dari Belanda, Jerman, dan Swedia di PTPN IV Kayu Aro, Jumat (9/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring pemasaran, membuka peluang kerja sama perdagangan, serta memperkuat posisi kulit manis Kerinci di pasar internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci menargetkan pengembangan 1 juta bibit kulit manis berkualitas dalam lima tahun ke depan. Program ini direncanakan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan pihak suplayer, dengan sasaran bibit untuk diberikan kepada masyarakat Kabupaten Kerinci.
Bupati Kerinci Monadi menegaskan, pengembangan kulit manis tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas hasil perkebunan dan pembenahan rantai pemasaran agar petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik.
“Kita ingin kulit manis Kerinci semakin berkualitas dan memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional. Karena itu, kita menargetkan pengembangan 1 juta bibit kulit manis berkualitas dalam lima tahun ke depan melalui kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan pihak buyer. Harapannya, program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani kulit manis di Kabupaten Kerinci,” ujar Monadi.
Menurutnya, melemahnya harga kulit manis menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, diperlukan strategi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memperkuat akses pasar dan memangkas jalur distribusi yang terlalu panjang.
“Kita harus mencari solusi agar petani tidak terus berada dalam posisi yang lemah ketika harga kulit manis turun. Salah satu langkahnya adalah meningkatkan kualitas produk dan memperpendek rantai pasok melalui kerja sama dengan buyer dari berbagai negara. Dengan akses pasar yang lebih terbuka, kita berharap kulit manis Kerinci memiliki daya tawar yang lebih baik dan memberikan nilai tambah bagi petani,” tambahnya.
Kunjungan buyer dari sejumlah negara Eropa tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret, mulai dari penguatan hubungan perdagangan hingga peluang pemasaran kulit manis Kerinci secara lebih luas.
Bagi Kabupaten Kerinci, kulit manis merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi besar dan menjadi sumber penghidupan masyarakat. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas bibit, produktivitas perkebunan, dan akses pasar menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor perkebunan daerah.
Melalui sinergi lintas pemerintahan dan keterlibatan pelaku pasar internasional, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap pengembangan kulit manis dapat berjalan secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat posisi Kerinci sebagai salah satu daerah penghasil kulit manis berkualitas yang mampu bersaing di pasar dunia.
Dengan target 1 juta bibit berkualitas dan perluasan akses pasar internasional, Kerinci berupaya membangun masa depan perkebunan yang lebih kuat, produktif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.(IKP).

+ There are no comments
Add yours