KERINCI, 19 Juni 2026 – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Kebangsaan Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang diikuti para camat, kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kegiatan yang berlangsung di Aula SBSN Perpustakaan Digital IAIN Kerinci tersebut menghadirkan narasumber dari Tim Satgas Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Jambi.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa pencegahan paham IRET merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, berbagai bentuk paham yang mengandung unsur intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, merusak persatuan, serta menghambat pembangunan daerah apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Monadi menyampaikan apresiasi kepada Tim Satgas Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Jambi yang terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai potensi ancaman terhadap keamanan dan ketertiban. Ia menilai kehadiran Densus 88 menjadi bentuk nyata komitmen negara dalam menjaga masyarakat dari penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat persatuan bangsa.

Bupati juga mengingatkan bahwa masyarakat Kerinci selama ini dikenal religius, menjunjung tinggi adat istiadat, serta hidup dalam suasana toleransi dan kebersamaan. Oleh karena itu, nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh pengaruh negatif yang dapat merusak kerukunan sosial di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Monadi menaruh harapan besar kepada para camat, kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Ia mengajak seluruh aparatur kewilayahan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dinamika sosial, memperkuat komunikasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat guna mendeteksi dan mencegah secara dini potensi penyebaran paham yang mengancam persatuan bangsa.

“Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan. Karena itu, menjaga persatuan dan mencegah berkembangnya paham-paham yang berpotensi memecah belah masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Monadi di hadapan peserta sosialisasi.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dini terhadap paham IRET. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, toleran, harmonis, serta mendukung percepatan pembangunan daerah.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Monadi mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga Kerinci dan Sungai Penuh sebagai daerah yang kokoh dalam nilai-nilai agama, adat istiadat, budaya, dan semangat kebangsaan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Satgas Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Jambi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga keamanan, ketenteraman, dan masa depan daerah yang lebih baik.

“Mari kita jadikan Kerinci dan Sungai Penuh sebagai daerah yang aman, damai, toleran, dan tetap kokoh dalam semangat persatuan demi masa depan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan cinta tanah air,” tutup Monadi.(IKP).

Berita Lainnya

+ There are no comments

Add yours